Mengenal Hernia Mengetahui gejala dan cara mengatasinya

by debbie on September 24, 2020

Penyakit Hernia terjadi akibat adanya peningkatan tekanan dalam perut, kelemahan di dinding perut, kombinasi peningkatan tekanan dan kelemahan dinding perut, mengangkat beban berat, terdapat cairan di perut (Asites), kelebihan berat badan (Obesitas) dan lain-lain.

Hernia, namanya terkesan indah. Bisa-bisa terbayang seorang wanita cantik ketika mendengar nama Hernia. Namun hampir semua orang tahu bahwa Hernia adalah nama penyakit atau gangguan kesehatan yang umumnya diderita pria, karena hanya kaum pria yang mempunyai bagian khusus dalam rongga perut untuk mendukung fungsi alat kelaminnya. Berdasarkan penyebab terjadinya, Hernia dapat dibedakan menjadi Hernia bawaan (Congenital) dan Hernia dapatan (Akuisita). Sedangkan menurut letaknya, Hernia dibedakan menjadi Hernia Inguinal, Umbilical, Femoral, Diafragma dan masih banyak lagi nama lainnya. Meski kebanyakan menyerang manula, Hernia juga bisa terjadi pada balita, anak-anak dan golongan usia lain.

Penyakit Hernia merupakan penyakit yang semakin dikenal masyarakat negara maju maupun negara berkembang. Cacat ini menyebabkan penonjolan pada dinding perut dan akan terlihat jelas pada saat otot-otot perut dikencangkan, sehingga meningkatkan tekanan intraabdomen (tekanan dalam perut). Setiap kegiatan yang meningkatkan tekanan dalam perut dapat memperburuk penyakit Hernia misal mengangkat, batuk, atau bahkan mengejan saat berusaha buang air besar (BAB).

Penyakit Hernia paling sering terjadi pada bagian lipat paha (Inguinal) sehingga ada jenis penyakit Hernia yang disebut dengan Hernia Inguinal. Penyakit Hernia Inguinal terjadi karena beberapa sebab. Pertama, ada kelemahan anatomis alami di wilayah selangkangan yang dihasilkan dari cakupan otot lengkap. Kedua, posisi tegak hasil postur manusia dalam kekuatan yang lebih besar mendorong ke arah bawah perut, sehingga meningkatkan tekanan pada jaringan-jaringan yang lebih lemah. Jenis lain penyakit Hernia, disebut Hernia Ventral, terjadi di garis tengah perut, biasanya di atas pusar (Umbilicus). Jenis penyakit Hernia ini biasanya tidak nyeri. Selain itu ada juga kasus penyakit Hernia yang terjadi dalam pusar.

Sebagian besar masyarakat mengalami kelemahan dinding perut yang mengarah ke Hernia Inguinalis, yang terjadi pada saat lahir ketika lapisan perut (Peritoneum) tidak menutup dengan benar. Hernia Inguinalis lain berkembang di kemudian hari ketika otot-otot melemah atau memburuk karena faktor-faktor seperti penuaan, aktivitas fi sik berat atau batuk akibat merokok. Pengertian Hernia menurut kamus kedokteran Dorland edisi 29 adalah penonjolan gelung atau ruas organ atau jaringan melalui lubang abnormal.

Gejala Penyakit Hernia Sebenarnya sudah banyak masyarakat yang tahu tentang gejala awal penyakit hernia, namun seringkali tidak menyadarinya. Gejala umum hernia adalah rasa sakit atau ketidaknyamanan dan pembengkakan lokal (benjolan) di permukaan perut atau di daerah selangkangan. Pada bayi gejala klinis yang biasa muncul tak berbeda jauh dari penyakitpenyakit pada umumnya, seperti mual muntah, susah makan dan tubuh demam.

Pencegahan Hernia Inguinalis Langkah pertama untuk mencegah Hernia adalah mengetahui penyebabnya. Hernia yang timbul akibat kelainan bawaan dan efek penuaan tidak dapat dicegah. Hernia bisa muncul bila otot dinding tipis yang menyekat/membungkus organ mendapatkan tekanan melebihi kapasitasnya.

Hernia Inguinalis dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut:
Olahraga secara teratur.
1. Mempertahankan berat badan sehat
2. Menekankan makanan tinggi serat, dengan tujuannya memperlancar BAB, sehingga saat BAB tidak mengejan.
3. Sampaikan kesulitan buang air kecil ke dokter Anda. Kesulitan buang air kronis dapat menyebabkan Hernia.
4. Hati-hati dan menghindari mengangkat barang-barang berat. Bila mengangkat barang berat dengan bertumpu pada lutut bukan pada pinggang. Gunakan teknik mengangkat yang benar. Selalu gunakan kaki Anda, bukan otot punggung Anda untuk mengangkat.
5. Berhenti merokok. Merokok dapat menyebabkan penyakit paru-paru sehingga dapat menyebabkan batuk kronis (mengejan saat batuk).

Pengobatan
Benjolan Hernia mungkin dapat didorong kembali, namun sewaktu-waktu akan keluar lagi. Benjolan Hernia biasanya lebih tampak saat tekanan intra-abdomen meningkat.

Penyakit Hernia yang tidak parah umumnya tidak memerlukan operasi. Kebanyakan Hernia di perut bisa didorong kembali ke rongga perut. Dengan istirahat dan terapi fisik sekitar 75% Hernia hilang sendiri.

Bila jaringan Hernia masih dapat dimasukkan kembali, maka tindakannya adalah hanya menggunakan penyangga atau korset untuk mempertahankan isi Hernia yang telah direposisi. Pada anak-anak atau bayi, reposisi spontan dapat terjadi karena cincin Hernia pada anak lebih elastis. Bila sudah tidak dapat direposisi, maka satu-satunya tindakan yang harus dilakukan adalah melalui operasi.

Pada kondisi yang lebih parah, Hernia dapat menyebabkan darurat medis bila jaringan yang terjebak dalam kantung kehilangan suplai darah dan mati serta mengakibatkan gangren. Dalam hal ini harus segera dilakukan operasi. Setelah operasi, biasanya jarang sekali terjadi kambuh (hanya 1-3%).

Pertanyaannya:
Apakah Hernia harus operasi ? Tidak mesti! Bergantung pada jenis dan sifat serta berat ringannya Hernia. Pada dasarnya pengobatan Hernia terbagi menjadi 2 cara, yakni:
- Pengobatan konservatif
- Pembedahan
Keputusan pilihan cara pengobatan ditentukan dokter berdasarkan hasil pemeriksaan, dan tentu saja atas persetujuan pas

BAGIKAN
BACK TO TOP BACK TO TOP